Kejujuran adalah modal yang paling utama untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Tidak hanya orang-orang baik saja yang menyukai orang-orang jujur, orang jahat pun juga menyukai orang-orang jujur dan membenci orang-orang yang tidak jujur yang tidak bisa dipercaya. Orang baik dan penjahat sama-sama suka kepada orang-orang baik. Dari kenyataan itulah kita bisa percaya bahwa jujur adalah salah satu sifat yang sangat disukai oleh banyak orang.

Orang yang tidak jujur adalah orang yang suka berbohong kepada orang lain. Orang yang pembohong belum tentu dibenci oleh orang lain di sekitarnya, tergantung bagaimana orang tersebut mengemas kebohongannya untuk disampaikan kepada orang-orang.  Namun yang pasti semua pembohong yang sifatnya telah diketahui oleh orang banyak di sekitarnya akan sulit untuk mendapatkan kepercayaan dari orang-orang yang telah mengenal sifat-sifat buruknya. Apalagi yang suka berbohong atas nama Tuhannya hanya demi mendapatkan kepercayaan dari orang-orang. Oleh sebab itu mari kita berhenti menjadi seorang pendusta dan mulai belajar menjadi orang yang jujur agar dicintai dan dipercaya oleh orang lain.

Jujur dalam berwirausaha artinya mau dan mampu mengatakan sesuatu sebagaimana adanya. Bila berdagang barang yang baik harus dikatakan baik dan barang yang rusak harus dikatakan rusak. Kejujuran itu dapat disamakan dengan “amanah”. Amanah adalah bila diberi kepercayaan dalam berwirausaha tidak khianat, kalau berkata selalu benar dan jika berjanji dalam bisnis tidak ingkar. Makna jujur dalam hidup ini termasuk sifat yang perlu dimiliki oleh seorang wirausahawan, karena sifat ini akan mendatangkan kepercayaan masyarakat konsumen. Dengan kesediaan berbuat jujur, berarti setiap perbuatan yang dilakukan oleh wirausahawan maknanya dapat menyenagkan orang lain maupun diri sendiri.

Membuktikan makna kejujuran

Untuk membuktikan makna kejujuran terhadap diri sendiri, kita harus menjawab pertanyaan di bawah ini:

  1.      Apakah saya telah berbuat jujur terhadap diri saya?
  2.     Apakah kejujuran saya terhadap keluarga, bangsa, dan negara sudah benar?
  3.      Apakah saya pernah berbuat tidak jujur?
  4.     Ketidakjujuran yang mana yang telah saya lakukan?
  5.    Apakah perbuatan tidak jujur dilakukan terhadap:
  • Sesama teman bisnis atau orang lain?
  • Pekerjaan yang saya lakukan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus kita jawab dan harus terjawab. Untuk mendapatkan jawaban masalah kejujuran supaya pbjektif, sebaiknya minta pertolongan orang lain. Dari jawaban orang lain kita akan mendapatkan jawaban yang benar atau mendekati arti kebenaran. Untuk mencapai kebenaran dan keberhasilan, kita harus menentukan apa yang menjadi sasaran atau tujuan yang hendak kita capai di dalam berwirausaha.

Kita harus mempelajari dan memahami benar-benar khasiat dan kejujuran. Kebenaran dan kejujuran adalah suatu jaminan yang paling tepat untuk mencapai kemajuan di dalam berwirausaha. Kejujuran dalam segala kegiatan bisnis, misalnya menimbang barang, mengukur, membagi, berjanji membayar utang adalah akan membuat ketenangan lahir dan batin. Memang demikian berbisnis harus dilandasi oleh kejujuran. Apabila seorang wirausaha jujur maka ia akan mendapat keuntungan dari segala penjuru yang tidak ia duga darimana datangnya.

Apabila orang berbisik tidak jujur maka tunggulah kehancurannya. Seorang wirausaha dapat mengembangkan lingkungannya, karena ia dapat member apa yang ada, baik tenaga, harta maupun pikirannya. Kesediaan berbuat demikian merupakan tingkah laku yang terpuji dan dapat diterima oleh masyarakat. Seorang wirausaha dalam kehidupan sehari-hari mempunyai kewajiban baik terhadap diri sendiri maupun terhadap masyarakat. Salah satu kewajiban terhadap diri sendiri adalah usaha menempa dan melatih diri sendiri dalam membina disiplin pribadi.

Ketidakjujuran dalam berusaha dan segala akibatnya

Sifat dan tingkah laku berwirausaha harus dapat menyertai kesabaran, ketekunan, kerajinan, dan kemauan kerja keras dalam usaha pembinaan pribadi seorang wirausaha. Seorang wirausaha yang tidak memiliki kejujuran dan disiplin pribadi, tidak akan berhasil di dalam mencapai tujuan dan cita-citanya.

Kejujuran dan disiplin pribadi seorang wirausaha merupakan kewajiban moral yang dibebankan kepada diri sendiri untuk keperluan diri sendiri menurut fitrahnya. Orang yang tidak jujur di dalam berwirausaha, akibatnya akan menderita dan akan menerima suatu keadaan:

  1. Tidak dipercaya masyarakat konsumen
  2. Menjadi rendah diri dan rasa malu
  3. Mudah tersinggung atau emosi
  4. Cepat iri dan dengki
  5. Suka dendam
  6. Prasangka buruk dan dusta
  7. Tidak punya teman, dan
  8. Kehancuran dalam usahanya

Salah satu kunci keberhasilan seorang wirausaha di dalam usahanya adalah sifat kejujuran dan kepercayaan dari masyarakat konsumen terhadap dirinya. Sekarang apa akibatnya jika seorang wirausaha di dalam usahanya tidak jujur dan tidak bertanggung jawab? Akibatnya banyak masyarakat konsumen yang tidak mempercayainya, baik kepada bidang usahanya maupun kepada karirnya. Hal ini terlebih-lebih kita rasakan pada lapangan kerja di perusahaan dan di perdagangan. Untuk menjadi karyawan pada perusahaan faktor kejujuran dan tanggung jawab mendapat sorotan dan penilaian yang serius dari pihak pemilik perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *